Terungkap dari CCTV, Pelaku Sempat Putar Balik Sebelum Siram Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Kabar Pajajaran — Rekaman kamera pengawas (CCTV) mengungkap detik-detik penyerangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.

Dalam rekaman CCTV yang diputar pada konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026), terlihat dua orang terduga pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 23.37 WIB.

Kedua pelaku awalnya terlihat melintas di dekat kawasan Jembatan Talang, Jalan Salemba I, Kecamatan Senen. Tak lama kemudian, mereka terlihat berputar balik dan sempat berhenti sejenak sebelum kembali melintas di jalur yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat berpapasan dengan korban yang sedang mengendarai sepeda motor, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie. Korban seketika berteriak kesakitan akibat cairan tersebut mengenai tubuhnya.

Aktivis hak asasi manusia Fatia Maulidiyanti yang memandu pemutaran rekaman CCTV menjelaskan, terdapat dua rekaman video dari sudut kamera berbeda yang diperlihatkan kepada media.

Menurut Fatia, video pertama menunjukkan momen saat motor pelaku hendak berputar balik di sekitar lokasi kejadian. Sementara video kedua menampilkan sudut pandang lain ketika pelaku berpapasan dengan korban.

“Terlihat bahwa jalanan sebenarnya cukup ramai. Namun setelah penyerangan dilakukan, jalanan tiba-tiba tampak sangat sepi bahkan tidak ada motor sama sekali,” kata Fatia dalam konferensi pers.

Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa aksi penyerangan kemungkinan tidak hanya melibatkan dua orang pelaku yang terlihat dalam rekaman.

“Ada indikasi bahwa penyiraman ini tidak hanya dilakukan oleh dua orang saja. Ada kemungkinan ada pihak lain yang mengamankan perimeter jalan atau situasi sekitar,” ujarnya.

Fatia menambahkan, temuan tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti dalam proses penyelidikan.

Kronologi Penyerangan

Sebelumnya, Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa peristiwa penyerangan terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.

Saat melintas di kawasan Jembatan Talang, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga jenis Honda Beat produksi 2016 hingga 2021 datang dari arah berlawanan dan mendekati korban.

“Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan sebagai pengemudi dan penumpang,” kata Dimas.

Dimas mengungkapkan, pelaku yang mengemudi mengenakan kaus kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam. Sementara pelaku yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah menyerupai buff hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang digulung hingga pendek.

Saat berpapasan dengan korban, salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie.

Akibat serangan tersebut, Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motornya. Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Berdasarkan keterangan KontraS, Andrie mengalami luka bakar pada beberapa bagian tubuh, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, serta dada.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Pihak kepolisian membenarkan adanya insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Namun hingga kini, laporan resmi dari korban disebut belum diterima oleh polisi.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Heri Saputra, mengatakan pihaknya tetap melakukan penelusuran terkait peristiwa tersebut.

“Benar ada kejadian demikian. Laporan resmi dari korban belum ada,” ujar Roby.

Polisi saat ini masih mendalami rekaman CCTV serta keterangan saksi untuk mengidentifikasi pelaku penyerangan terhadap aktivis HAM tersebut. *** (Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo
Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi
Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan
Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan
Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg 1 Oktober 2026, Cek Daftar Lengkap per Provinsi
Jasad di Pulau Enggano Identik dengan ABK Kapal yang Hilang, Jarak dari Pulau Sebesi Capai 345 Km
1.500 Pulau Indonesia Terancam Tenggelam pada 2050, Pemerintah Soroti Kenaikan Air Laut

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan

Berita Terbaru