Moncong Pesawat Garuda Penyok, Ahli Penerbangan Ingatkan Pentingnya Pemeriksaan Keselamatan Sebelum Terbang

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar Pajajaran – Insiden kerusakan pada bagian depan pesawat kembali mengingatkan pentingnya prosedur keselamatan dalam dunia penerbangan. Hal ini terjadi pada pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA176 rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru.

Sejumlah penumpang sempat terkejut ketika melihat bagian moncong pesawat tampak penyok cukup dalam dengan cat yang terkelupas sebelum keberangkatan. Pesawat tersebut dijadwalkan berangkat pukul 15.10 WIB dari Terminal 3.

Pantauan di apron bandara menunjukkan beberapa teknisi dan kru darat langsung melakukan pemeriksaan visual pada bagian depan pesawat. Mereka terlihat mengecek kedalaman penyok untuk memastikan apakah kerusakan tersebut memengaruhi struktur pesawat dan sistem di dalamnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagian yang mengalami kerusakan berada pada nose cone, yaitu moncong pesawat yang melindungi radar cuaca. Radar ini sangat penting bagi pilot untuk memantau kondisi cuaca selama penerbangan.

Kerusakan pada bagian tersebut diduga disebabkan oleh benturan benda asing atau Foreign Object Damage (FOD). Dalam dunia penerbangan, FOD bisa berasal dari berbagai sumber seperti serpihan benda di landasan, peralatan bandara, hingga kemungkinan bird strike atau tabrakan dengan burung.

General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Achmad, membenarkan adanya kerusakan pada bagian depan pesawat tersebut.

“Investigasi masih dilakukan oleh tim,” ujarnya singkat.

Para ahli penerbangan menegaskan bahwa setiap kerusakan sekecil apa pun pada badan pesawat harus melalui proses inspeksi menyeluruh sebelum pesawat dinyatakan layak terbang. Prosedur ini merupakan bagian dari standar keselamatan penerbangan internasional.

Pemeriksaan tersebut biasanya melibatkan teknisi maskapai, pihak bandara, serta otoritas penerbangan untuk memastikan tidak ada komponen penting yang terdampak. Jika ditemukan risiko terhadap keselamatan, pesawat tidak akan diizinkan terbang sampai perbaikan selesai dilakukan.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sistem keselamatan dalam industri penerbangan dirancang berlapis, sehingga setiap potensi risiko dapat dideteksi lebih awal sebelum pesawat mengangkut penumpang ke udara. *** (Chokie)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo
Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi
Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan
Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan
Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg 1 Oktober 2026, Cek Daftar Lengkap per Provinsi
Jasad di Pulau Enggano Identik dengan ABK Kapal yang Hilang, Jarak dari Pulau Sebesi Capai 345 Km
Pemkot Bandung Kaji Ulang Investasi Revitalisasi Pasar Baru Rp800 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan

Berita Terbaru