Dulu Maskapai Bintang 5, Kini Garuda Indonesia Turun Jadi Bintang 4

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia

Kabar Pajajaran – Maskapai nasional Garuda Indonesia kini tak lagi menyandang predikat maskapai bintang lima versi lembaga peringkat penerbangan dunia, Skytrax.

Dalam pembaruan terbaru yang dirilis pada awal Maret 2026, peringkat Garuda Indonesia diturunkan menjadi maskapai bintang empat.

Dalam keterangan resmi di laman Skytrax disebutkan, penurunan peringkat tersebut terjadi karena sejumlah produk dan fasilitas maskapai dinilai sudah tertinggal serta membutuhkan pembaruan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Garuda Indonesia, yang dulunya merupakan maskapai bintang lima, sedang menjalani masa restrukturisasi. Dengan banyaknya produk di dalam pesawat dan fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar yang kini sudah sangat ketinggalan zaman dan perlu ditingkatkan atau dimodernisasi, peringkat Garuda Indonesia telah diturunkan menjadi maskapai bintang empat,” tulis Skytrax dalam pernyataan resminya.

Produk dinilai mengalami penurunan

Skytrax menyebutkan bahwa meskipun standar pelayanan dari staf maskapai Garuda Indonesia masih dinilai baik, kualitas produk yang ditawarkan kepada penumpang mengalami penurunan.

Penilaian produk tersebut mencakup berbagai aspek pengalaman penumpang selama penerbangan, antara lain:

  • Kenyamanan tempat duduk
  • Fasilitas di dalam kabin
  • Kualitas makanan dan minuman
  • Sistem hiburan dalam pesawat atau in-flight entertainment (IFE)
  • Kebersihan kabin

Sementara itu, penilaian layanan mencakup kinerja awak kabin serta staf darat dalam melayani penumpang.

Menurut Skytrax, penurunan kualitas pada aspek produk tersebut dinilai cukup signifikan hingga akhirnya membuat sertifikasi Garuda Indonesia diturunkan dari maskapai bintang lima menjadi bintang empat.

Hasil penilaian Skytrax 2026

Berdasarkan evaluasi Skytrax tahun 2026, peringkat Garuda Indonesia juga berbeda-beda tergantung kelas layanan dan jenis penerbangan.

Berikut hasil pemeringkatan terbaru:

1. Penerbangan jarak jauh

  • Kelas Bisnis: 3,5 bintang
  • Kelas Ekonomi: 3,5 bintang

2. Penerbangan jarak pendek

  • Kelas Bisnis: 4 bintang
  • Kelas Ekonomi: 4 bintang

Penilaian melalui audit mendetail

Skytrax menjelaskan bahwa peringkat maskapai ditentukan melalui analisis mendetail terhadap standar kualitas maskapai dan bandara yang dilakukan oleh tim audit mereka.

Sistem pemeringkatan tersebut menggunakan skala dari satu hingga lima bintang, dengan kategori bintang lima menjadi tingkat tertinggi bagi maskapai dan bandara di dunia.

Penilaian dilakukan berdasarkan standar produk dan layanan lini depan maskapai yang diukur menggunakan sistem peringkat terpadu dan konsisten.

Fokus utama evaluasi adalah kualitas pengalaman pelanggan, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan yang diterima penumpang selama perjalanan. *** (Chokie)

Sumber Skytrax Rating

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus
Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi
KPK Ungkap Kronologi Penitipan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan Gedung Merah Putih
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid
Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang
Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara
Pembangunan IKN Berlanjut, Basuki Usulkan Anggaran Tambahan Rp2,7 Triliun
Banyak Warga Panik Isi BBM, Pertamina Beri Penjelasan Mengejutkan soal Stok

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:21 WIB

Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:32 WIB

Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru