Harga Emas Hari Ini Terjun Bebas, Antam Ambles ke Rp3 Jutaan!

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar Pajajaran – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) mendadak anjlok pada perdagangan Rabu (3/3/2026). Investor dibuat kaget setelah harga emas terkoreksi tajam dalam sehari.

Hari ini, emas Antam dibanderol Rp3.045.000 per gram, ambles Rp77.000 dibandingkan posisi sebelumnya. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir.

Tak hanya harga jual, harga pembelian kembali (buyback) juga ikut merosot. Antam mematok buyback di Rp2.794.000 per gram, turun Rp107.000 dari hari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Emas Dunia Tersungkur, Dolar AS Menggila

Kejatuhan emas Antam tak bisa dilepaskan dari pasar global. Harga emas dunia ditutup di US$ 5.088,6 per troy ons, anjlok 4,39% dan menjadi posisi terendah sejak 19 Februari.

Biang keroknya? Penguatan dolar Amerika Serikat. Dollar Index melonjak 0,7% ke 99,072 dan sudah menguat 1,5% dalam dua hari terakhir.

Karena emas diperdagangkan dalam dolar AS, ketika mata uang Negeri Paman Sam menguat, harga emas otomatis terasa lebih mahal bagi investor global. Permintaan pun melemah, harga ikut tertekan.

 

The Fed Bikin Pasar Deg-degan

Sentimen negatif juga datang dari ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pasar kini menilai ruang pemangkasan suku bunga tahun ini sangat terbatas.

Konflik di Iran yang berisiko mendorong lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi kembali memanas. Jika inflasi sulit jinak, bank sentral AS diperkirakan tak akan agresif memangkas suku bunga.

Pelaku pasar bahkan memperkirakan The Fed hanya akan memangkas suku bunga sekali saja sebesar 25 basis poin sepanjang tahun ini. Padahal sebelumnya diprediksi bisa dua kali.

Mengutip CME FedWatch, peluang pemangkasan 25 basis poin pada 2026 mencapai 80%.

“Pasar cemas terhadap inflasi. Jika masalah harga minyak terus membayangi, maka akan menjadi tekanan bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Bhanu Baweja, Chief Strategist di UBS.

Sebagai aset non-yielding, emas memang kurang menarik ketika suku bunga bertahan tinggi. Investor cenderung melirik instrumen berbunga yang lebih menguntungkan.

Lantas, apakah ini saat yang tepat borong emas atau justru sinyal harga masih akan turun lebih dalam? Pasar masih penuh tanda tanya. *** (Anton)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Tidur Saat Kapal Miring, Ratusan Orang Diduga Terjebak
KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Terkait Megathrust Selat Sunda?
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 107 Selamat dan 6 Meninggal
Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda
Program RBI Wajib Masuk Anggaran Pemda 2027, Mendagri Tito: yang Tidak Ada Akan Kami Kembalikan
Hari Kelima, 8 Orang Hilang di Sekitar Anak Krakatau Belum Ditemukan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:00 WIB

KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB

Senin, 14 September 2026 - 19:58 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Senin, 14 September 2026 - 17:00 WIB

Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Terkait Megathrust Selat Sunda?

Senin, 14 September 2026 - 16:00 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 107 Selamat dan 6 Meninggal

Senin, 14 September 2026 - 14:00 WIB

Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB