Kabar Pajajaran – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) mendadak anjlok pada perdagangan Rabu (3/3/2026). Investor dibuat kaget setelah harga emas terkoreksi tajam dalam sehari.
Hari ini, emas Antam dibanderol Rp3.045.000 per gram, ambles Rp77.000 dibandingkan posisi sebelumnya. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Tak hanya harga jual, harga pembelian kembali (buyback) juga ikut merosot. Antam mematok buyback di Rp2.794.000 per gram, turun Rp107.000 dari hari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Emas Dunia Tersungkur, Dolar AS Menggila
Kejatuhan emas Antam tak bisa dilepaskan dari pasar global. Harga emas dunia ditutup di US$ 5.088,6 per troy ons, anjlok 4,39% dan menjadi posisi terendah sejak 19 Februari.
Biang keroknya? Penguatan dolar Amerika Serikat. Dollar Index melonjak 0,7% ke 99,072 dan sudah menguat 1,5% dalam dua hari terakhir.
Karena emas diperdagangkan dalam dolar AS, ketika mata uang Negeri Paman Sam menguat, harga emas otomatis terasa lebih mahal bagi investor global. Permintaan pun melemah, harga ikut tertekan.
The Fed Bikin Pasar Deg-degan
Sentimen negatif juga datang dari ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pasar kini menilai ruang pemangkasan suku bunga tahun ini sangat terbatas.
Konflik di Iran yang berisiko mendorong lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi kembali memanas. Jika inflasi sulit jinak, bank sentral AS diperkirakan tak akan agresif memangkas suku bunga.
Pelaku pasar bahkan memperkirakan The Fed hanya akan memangkas suku bunga sekali saja sebesar 25 basis poin sepanjang tahun ini. Padahal sebelumnya diprediksi bisa dua kali.
Mengutip CME FedWatch, peluang pemangkasan 25 basis poin pada 2026 mencapai 80%.
“Pasar cemas terhadap inflasi. Jika masalah harga minyak terus membayangi, maka akan menjadi tekanan bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Bhanu Baweja, Chief Strategist di UBS.
Sebagai aset non-yielding, emas memang kurang menarik ketika suku bunga bertahan tinggi. Investor cenderung melirik instrumen berbunga yang lebih menguntungkan.
Lantas, apakah ini saat yang tepat borong emas atau justru sinyal harga masih akan turun lebih dalam? Pasar masih penuh tanda tanya. *** (Anton)






