Dedi Mulyadi Jemput Langsung 13 Korban TPPO di NTT, Pastikan Hak dan Pemulihan Psikologis Terpenuhi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi intensif begitu menerima arahan dari gubernur. Foto Istimewa

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi intensif begitu menerima arahan dari gubernur. Foto Istimewa

Bandung, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan akan menjemput langsung 13 warga Jawa Barat yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Saat ini, para korban berada di tempat penampungan di Kota Maumere dalam kondisi aman setelah berhasil diselamatkan relawan kemanusiaan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi dan lintas provinsi untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi intensif begitu menerima arahan dari gubernur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah mendapatkan informasi dari Pak Gubernur, kami langsung berkoordinasi dengan Karo Hukum, Kesbangpol, Diskominfo, serta Tim Hukum Jabar Istimewa untuk memastikan penanganan kasus ini berjalan komprehensif,” ujar Siska di Bandung, Rabu (18/2/2026).

Koordinasi juga dilakukan dengan Polda Jawa Barat, Polda NTT, DP3AKB NTT, TP PKK NTT, hingga pihak rumah penampungan serta biarawati yang saat ini merawat para korban di Maumere.

Fokus pada Kepentingan Terbaik Korban

Menurut Siska, rencana penjemputan langsung oleh gubernur dilakukan demi memastikan hak-hak korban, terutama anak-anak yang turut menjadi korban, dapat terpenuhi dengan baik.

“Pak Gubernur ingin memastikan kepentingan terbaik bagi korban. Mudah-mudahan proses penjemputan berjalan lancar,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi psikologis para korban yang sempat menurun kini mulai membaik setelah menerima sambungan telepon langsung dari gubernur. Dukungan moral tersebut dinilai menjadi penyemangat bagi para korban.

Siska juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar daerah dengan iming-iming gaji besar tanpa kejelasan prosedur resmi.

Tidak Intervensi Proses Hukum

Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso, menegaskan langkah gubernur menjemput korban bukan bentuk intervensi terhadap proses hukum yang tengah berjalan.

“Pak Gubernur sangat konsen menyelamatkan korban, bukan mencampuri proses hukum. Proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Menurutnya, para korban sudah berada di Maumere selama hampir satu bulan. Jika menunggu seluruh proses hukum selesai, waktu yang dibutuhkan akan cukup panjang, sementara kondisi psikologis korban perlu segera dipulihkan.

Setelah para korban kembali ke Jawa Barat, Tim Hukum Jabar Istimewa akan memastikan proses hukum tetap berjalan tanpa menghambat hak korban untuk pulang dan mendapatkan perlindungan maksimal.

Diselamatkan Relawan Kemanusiaan

Sebelumnya, 13 perempuan asal Jawa Barat diberangkatkan ke NTT dengan janji bekerja di sebuah tempat hiburan. Namun setibanya di lokasi, mereka diduga menerima upah rendah dan perlakuan tidak layak.

Para korban akhirnya berhasil diselamatkan oleh Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) yang diketuai Suster Ika. Upaya pemulangan semakin cepat setelah dilakukan komunikasi langsung antara Suster Ika dan Gubernur Jawa Barat melalui video call.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memastikan akan menelusuri kemungkinan adanya korban lain dengan kasus serupa, termasuk laporan yang muncul melalui media sosial.

Langkah cepat ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melindungi warganya dari praktik perdagangan orang dan memastikan pemulihan korban menjadi prioritas utama. ***Anton

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Pastikan PLTSa Legok Nangka Senilai Rp7,4 Triliun Berlanjut
TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Akhir 2026, Pemprov Jabar Siapkan Strategi Baru
Pemkab Purwakarta Bahas Kebutuhan Air untuk Operasional Data Center AI di Jatiluhur
Pemprov Jabar Libatkan 25.000 Mahasiswa untuk Atasi Sampah Bandung Raya
Dedi Mulyadi Bahas Pengembangan BIJB Kertajati Jadi Kawasan Industri Pertahanan
Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo
KDM dan Kemhan Siapkan BIJB Kertajati Jadi Pusat Industri Strategis Pertahanan
Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Dedi Mulyadi Pastikan PLTSa Legok Nangka Senilai Rp7,4 Triliun Berlanjut

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:36 WIB

TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Akhir 2026, Pemprov Jabar Siapkan Strategi Baru

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Pemkab Purwakarta Bahas Kebutuhan Air untuk Operasional Data Center AI di Jatiluhur

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Dedi Mulyadi Bahas Pengembangan BIJB Kertajati Jadi Kawasan Industri Pertahanan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo

Berita Terbaru