Aceh, Kabar Pajajaran – Setelah melalui rapat koordinasi bersama seluruh Bupati dan Wali Kota terdampak bencana hidrmeteorologi, yang dilanjutkan dengan rapat bersama Menko PMK, Kemendagri, serta BNPB, Aceh kembali menetapkan status tanggap darurat bencana.
Penetapan status tersebut disampaikan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam sebuah video yang tersebar di media sosial pada Jumat (26/12/2025).
Muzakir mengatakan, status tanggap darurat yang diumumkannya hari ini merupakan perpanjangan dari status yang sama pasca bencana yang terjadi di Aceh awal Desember 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sebagai Gubernur Aceh, dengan ini menetapkan perpanjangan kedua status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh 2025 , terhitung mulai 26 Desemer 2025 hingga 8 Januari 2026,” kata Muzakir Manaf.
Dalam video tersebut, gubernur yang sering disapa Mualem itu juga menyampaikan instruksi kepada seluruh jajarannya untuk melakukan sejumlah langkah seperti percepatan distribusi logistik.
Ia ingin agar bantuan logistik segera terdistribusi ke seluruh wilayah terdampak, termasuk bagi warga di wilayah pegunungan, hingga warga di wilayah yang masih terisolasi akibat terputusnya akses.
Tak hanya soal logistik, Mualem juga meminta jajarannya untuk segera memberikan pelayanan kesehatan dengan baik kepada seluruh warga terdampak, tanpa terkecuali.
“Berikan layanan kesehatan terbaik untuk masyarakat terdampak bencana dengan memfungsikan seluruh rumah sakit dan puskesmas,” kata Mualem.
Sementara pada sektor pendidikan, ia meminta seluruh jajarannya yang terkait untuk segera mempersiapkan proses belajar mengajar, agar anak-anakdapat kembali bersekolah.
Selain infrastruktur sekolah, Mualem juga minta agar seluruh kebutuhan para pelajar mulai dari baju seragam hingga perlengkapan sekolah lainnya segera disediakan.
Sementara untuk SKPA (Satuan Kerja Perangkat Aceh) lainnya, Gubernur memrintahkan agar melaksanakan upaya pemulihan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, serta bidang masing-masing.***(Radit)
















