MAJALENGKA, KABAR PAJAJARAN — Eman Suherman menyerahkan 69 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di halaman Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Senin (4/5/2026). Pemerintah daerah menyalurkan bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian itu untuk mempercepat masa tanam kedua (MT II) sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan saat musim kemarau mulai datang.
Bupati Eman menegaskan, sektor pertanian Majalengka terus menunjukkan tren positif. Ia menyebut produksi padi daerahnya mencatat surplus beras hingga 660 ribu ton. Pemerintah daerah, kata dia, ingin menjaga momentum tersebut dengan mempercepat proses olah tanah dan tanam melalui dukungan alsintan.
“Kami ingin petani bisa bekerja lebih cepat dan efisien. Dengan alsintan ini, proses tanam tidak boleh terhambat sehingga target produksi tetap tercapai,” ujar Eman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia memastikan pemerintah menyalurkan bantuan berdasarkan kebutuhan wilayah. Pemerintah memetakan kondisi lahan dan karakteristik tiap daerah sebelum menentukan jenis alsintan yang diberikan. Langkah ini diambil agar pemanfaatan alat benar-benar optimal di lapangan.
Eman juga memberi peringatan tegas kepada penerima bantuan. Ia meminta kelompok tani menjaga alsintan sebagai aset bersama dan melarang keras praktik penjualan atau penggadaian alat.
“Ini amanah untuk kepentingan bersama. Jika ada yang menyalahgunakan, kami akan tarik kembali dan beri sanksi sesuai aturan,” tegasnya.
Pendampingan Teknis dan Monitoring Berkala
Kepala DKP3 Majalengka Gatot Sulaeman menyatakan dinasnya tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menyiapkan pendampingan intensif. DKP3 akan menugaskan penyuluh pertanian lapangan untuk mendampingi kelompok tani, mulai dari pengoperasian hingga perawatan alsintan.
“Kami ingin bantuan ini berkelanjutan. Pendampingan akan memastikan alat digunakan dengan benar dan bertahan lama,” kata Gatot.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan meliputi 5 unit traktor roda empat, 34 unit traktor roda dua, 7 unit pompa air, 20 unit hand sprayer, serta 3 unit excavator. Pemerintah daerah akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar seluruh alsintan digunakan sesuai peruntukan.
DKP3 juga mendorong kelompok tani dan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) mengelola bantuan secara kolektif dan profesional. Pengelolaan bersama dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kelompok tani.
Petani Sambut Antusias
Para petani menyambut bantuan ini dengan antusias. Ketua kelompok tani Sumarna mengaku keberadaan traktor roda dua akan mempercepat pengolahan lahan.
“Biasanya kami harus antre sewa traktor sampai berminggu-minggu. Sekarang kami bisa langsung mengolah lahan dan mengejar waktu tanam,” ujarnya.
Perwakilan kelompok tani Mekarmulya, Akim, menilai pompa air sangat membantu wilayah yang jauh dari jaringan irigasi. Ia memastikan kelompoknya siap merawat alsintan sesuai arahan pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Majalengka optimistis dukungan alsintan ini akan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Dengan percepatan MT II, pemerintah berharap produksi padi tetap stabil meski menghadapi tantangan musim kemarau. ***
Sumber Berita: Diskominfo Majalengka






