Bandung, KABAR PAJAJARAN – Fenomena hujan es mengejutkan warga Kota Bandung pada Jumat (3/4/2026) siang. Cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba itu disertai hujan lebat, angin kencang, hingga petir di sejumlah wilayah kota.
Peristiwa ini terjadi saat Bandung memasuki masa peralihan musim atau pancaroba, periode yang dikenal rawan memicu cuaca ekstrem dalam waktu singkat.
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan hujan es dipicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang masif akibat ketidakstabilan atmosfer pada masa pancaroba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu menyebut, awal April masih menjadi fase transisi dari musim hujan menuju kemarau. Pada periode ini dominasi angin baratan mulai melemah dan digantikan angin timuran.
Kondisi tersebut memicu arus udara naik yang kuat (updraft), membawa uap air ke lapisan atmosfer yang sangat dingin hingga membeku menjadi butiran es. Saat arus udara melemah, butiran es kemudian jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan es.
Fenomena ini biasanya berlangsung singkat, namun intens, dengan ciri hujan lebat mendadak, petir, dan angin kencang.
Puluhan Pohon Tumbang hingga Tanggul Jebol
Dampak cuaca ekstrem tidak hanya menimbulkan kepanikan warga, tetapi juga memicu berbagai kejadian darurat di sejumlah titik kota.
Data sementara mencatat sedikitnya 34 kejadian darurat dalam waktu singkat. Dari jumlah tersebut, 31 di antaranya merupakan pohon tumbang, dua baliho roboh, dan satu tanggul jebol yang menyebabkan banjir di kawasan permukiman.
Pohon tumbang dilaporkan terjadi di berbagai ruas jalan utama seperti kawasan Pasteur, Pajajaran, Sukajadi, hingga Ciumbuleuit dan Dago.
Petugas gabungan langsung bergerak melakukan penanganan di lapangan untuk membersihkan material pohon dan memastikan kondisi kembali aman.
BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan es dan cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama masa pancaroba.
Perubahan cuaca yang cepat, udara panas pada siang hari, serta awan gelap tiba-tiba menjadi tanda awal potensi hujan lebat disertai angin kencang.
Warga diimbau menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan yang rentan roboh saat hujan lebat dan angin kencang terjadi.
Fenomena Langka yang Kerap Terjadi Saat Pancaroba
Meski jarang, hujan es bukan fenomena baru di Bandung. Kondisi geografis wilayah dataran tinggi serta dinamika atmosfer saat masa peralihan musim membuat potensi kejadian serupa tetap ada setiap tahun.
Dengan cuaca yang masih labil, masyarakat diminta tetap siaga terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan ke depan. ***(Chq)






