BANDUNG, Kabar Pajajaran — Harga kebutuhan bahan pokok di Jawa Barat mulai menunjukkan tren penurunan sepekan setelah Idulfitri 2026. Kondisi ini dipengaruhi pasokan yang stabil, permintaan masyarakat yang kembali normal, serta berbagai langkah pengendalian harga yang dilakukan pemerintah jelang hingga selama Lebaran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani mengatakan, sejumlah komoditas yang sebelumnya mengalami kenaikan harga kini berangsur turun, terutama cabai dan daging sapi.
Harga Cabai Turun Signifikan
Nining menjelaskan, harga cabai rawit merah per Jumat (27/3/2026) turun 24,01 persen dibandingkan pekan sebelumnya menjadi Rp71.888 per kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, harga cabai merah keriting turun 16,25 persen menjadi Rp41.678 per kilogram, dan cabai merah besar turun 26,94 persen menjadi Rp47.184 per kilogram.
“Usai Idulfitri, harga berbagai jenis cabai mengalami penurunan signifikan. Kembali normalnya permintaan masyarakat berperan besar dalam penurunan harga cabai,” ujar Nining, Senin (30/3/2026).

Daging Sapi dan Ayam Ikut Melandai
Penurunan harga juga terjadi pada komoditas daging. Harga daging sapi kini turun 7,07 persen dibandingkan pekan lalu menjadi Rp141.548 per kilogram, setelah sebelumnya sempat melonjak saat Idulfitri.
Adapun harga daging ayam ras turun 5,24 persen menjadi Rp41.908 per kilogram.
Bawang hingga Beras Mulai Stabil
Komoditas bawang merah dan bawang putih honan turut mengalami penurunan harga. Bawang merah turun 5,53 persen menjadi Rp38.968 per kilogram, sedangkan bawang putih honan turun 1,25 persen menjadi Rp35.346 per kilogram.
Menurut Nining, penurunan harga bawang merah dipicu normalnya permintaan masyarakat serta dukungan pasokan yang mencukupi. Bahkan, pasokan bawang putih honan disebut dalam kondisi surplus.
Sementara itu, harga beras juga mulai turun secara bertahap. Beras medium turun 0,13 persen menjadi Rp13.164 per kilogram, sedangkan beras premium turun 0,12 persen menjadi Rp14.549 per kilogram.
Upaya Jaga Stabilitas Harga
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan konektivitas distribusi, penguatan cadangan pangan, serta pengembangan kerja sama antar daerah.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah agar tetap berada dalam kisaran aman. ***(Chq)
















