Pemkot Bandung Kaji Ulang Investasi Revitalisasi Pasar Baru Rp800 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Bandung, Muhammad Farhan

Walikota Bandung, Muhammad Farhan

BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung akan meninjau ulang rencana revitalisasi Pasar Baru Bandung yang mencantumkan nilai investasi hingga Rp800 miliar.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai nilai investasi tersebut terlalu besar untuk kondisi ekonomi saat ini. Pemkot Bandung akan membahas kembali rencana tersebut bersama Perusahaan Daerah (PD) Pasar dan PT DAM Sawarga Maniloka Jaya.

Peninjauan ulang itu mencakup aspek hukum kerja sama, nilai investasi, hingga skema pengelolaan Pasar Baru ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemkot Bandung Kaji Ulang Investasi Pasar Baru

Farhan mengatakan Pemkot Bandung perlu memastikan terlebih dahulu dasar hukum kerja sama yang berjalan. Setelah itu, pemerintah akan menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan membuat adendum atau mencari investor baru.

“Kita akan pastikan dulu secara dasar hukumnya, apakah perlu adendum, ataukah kita akan mengundang investor baru. Atau ada alternatif-alternatif penyelesaian manajemen lainnya,” ujar Farhan saat menghadiri acara syukuran pedagang Pasar Baru atas kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara di Pasar Baru, Jalan Otto Iskandar Dinata, Bandung, Senin (21/9/2026).

Farhan menegaskan angka Rp800 miliar tersebut merupakan nilai investasi secara keseluruhan. Angka itu tidak hanya menggambarkan kebutuhan renovasi fisik bangunan pasar.

“Terus terang, sekarang mah terlalu besar itu. Bukan nilai renovasi, nilai investasi. Terlalu besar itu kalau segitu,” kata Farhan.

Pandemi Covid-19 Ubah Kondisi Ekonomi

Menurut Farhan, penyusunan nilai investasi Pasar Baru berlangsung sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, kondisi ekonomi dan aktivitas perdagangan memiliki asumsi yang berbeda dengan situasi sekarang.

Pandemi Covid-19 kemudian memberikan tekanan besar terhadap aktivitas perdagangan. Kondisi tersebut membuat Pemkot Bandung perlu mengevaluasi kembali asumsi investasi yang sebelumnya digunakan.

“Kalau dilakukan sebelum Covid atau enggak ada Covid, ah, itu mah bisa tercapai dengan mudah. Tapi Covid mah, waduh, memukulnya habis-habisan. Jadi itu mesti di-review ulang,” ujar Farhan.

Pemkot Bandung belum menentukan apakah akan mempertahankan kerja sama yang ada atau membuka peluang bagi investor baru. Pemerintah masih menunggu pembahasan bersama pihak terkait serta proposal yang akan diajukan.

“Proposalnya seperti apa nanti kita akan lihat. Terus terang, ini bukan proses yang sedang berjalan, tapi belum ada kata final,” tutur Farhan.

Kepastian Pedagang Jadi Perhatian

Selain mempertimbangkan aspek investasi dan legalitas, Pemkot Bandung juga memprioritaskan kepastian bagi para pedagang.

Farhan mengatakan keberlanjutan revitalisasi harus memberikan kejelasan kepada pedagang mengenai masa depan aktivitas perdagangan mereka di Pasar Baru.

Menurut dia, pemerintah perlu menjaga kepercayaan pedagang sekaligus memastikan hubungan antara Pemkot Bandung, BUMD, dan mitra pengelola tetap berjalan berdasarkan dasar hukum yang jelas.

“Prinsipnya adalah kita ingin mengembalikan kepercayaan dari para pedagang terhadap pengelola, dan kepercayaan Pemerintah Kota sebagai KPM (kuasa pemilik modal) terhadap BUMD. Itu penting sekali,” ujarnya.

Empat Pasar Bandung Juga Masuk Rencana Revitalisasi

Pemkot Bandung tidak hanya menyiapkan revitalisasi Pasar Baru. Pemerintah juga memasukkan empat pasar lain dalam agenda revitalisasi tahun ini.

Pasar tersebut meliputi Pasar Cihapit, Pasar Ciroyom, Pasar Cihaurgeulis, dan ITC Kebon Kalapa.

Pemkot Bandung juga berencana melakukan penataan ulang pengelolaan pasar-pasar tersebut. Langkah itu bertujuan meningkatkan kenyamanan pedagang sekaligus pengunjung.

Khusus Pasar Cihaurgeulis, pemerintah akan melanjutkan proyek revitalisasi yang sebelumnya sempat mangkrak selama beberapa tahun.

Pemkot Bandung juga menyiapkan skema build operate transfer (BOT) sebagai salah satu alternatif pembiayaan dan pengelolaan pasar.

Farhan Dorong Pedagang Pasar Baru Berinovasi

Kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara juga menjadi perhatian Pemkot Bandung. Farhan meminta pedagang Pasar Baru memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan produk dan strategi pemasaran.

Bandara Husein Sastranegara kini kembali melayani sejumlah penerbangan antarpulau menggunakan pesawat jet. Pemerintah juga merencanakan penerbangan menuju sejumlah negara tetangga, termasuk Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Farhan menilai peningkatan mobilitas penumpang dapat membuka peluang bagi perdagangan Pasar Baru. Namun, pedagang harus menyiapkan produk dan pelayanan yang mampu menarik wisatawan.

“Kita yang mesti siap untuk menangkap para calon konsumen,” ucapnya.

Farhan juga menggambarkan hubungan Pasar Baru dengan Bandara Husein sebagai bagian dari ekosistem perdagangan dan pariwisata Bandung.

“Dari dulu kita meyakini bahwa Bandara Husein dengan Pasar Baru itu memiliki hubungan darah. Kalau sampai Bandara Husein disetop, maka Pasar Baru kehabisan darah,” katanya.

Pedagang Minta Infrastruktur Segera Dibenahi

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Iwan Suherman meminta Pemkot Bandung mempercepat pembenahan infrastruktur di sekitar kawasan pasar.

Iwan menilai pemerintah perlu menyiapkan kawasan Pasar Baru agar mampu menyambut kembali peningkatan kunjungan wisatawan dan penumpang pesawat.

“Saya minta ke Bapak (Wali Kota Bandung), agar infrastruktur di seputaran Pasar Baru yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung segera diperbaiki,” kata Iwan.

Ia menyebut perbaikan infrastruktur dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang datang ke kawasan perdagangan tersebut.

Iwan juga mengingatkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Farhan dalam pertemuan sekitar satu bulan sebelumnya.

Pedagang Dorong Koneksi Bandara-Pasar Baru

Selain perbaikan jalan, pedagang juga meminta pemerintah meningkatkan penerangan di kawasan Pasar Baru.

Menurut Iwan, penerangan di bagian depan kawasan nantinya berkaitan dengan pembangunan dan layanan Bus Rapid Transit (BRT).

Pedagang juga mendorong Pemkot Bandung membangun konektivitas langsung antara Bandara Husein Sastranegara dan Pasar Baru.

Iwan berharap Dinas Pariwisata Kota Bandung dapat menyiapkan layanan penjemputan wisatawan atau penumpang bandara menggunakan bus wisata Bandros.

Konektivitas tersebut diharapkan dapat mempermudah wisatawan menuju Pasar Baru. Pada saat yang sama, langkah itu dapat memperkuat posisi Pasar Baru sebagai pusat perdagangan dan wisata Kota Bandung. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Farhan Tegaskan Fasilitas Kesehatan di Bandung Tak Boleh Tolak Pasien Bergejala Flu
Macet Panjang di Soekarno-Hatta Bandung, Farhan Soroti Kontraktor
Super Flu Ramai di Media Sosial, IGD Rumah Sakit di Bandung Dipadati Pasien
Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Sampaikan Belasungkawa
Kecelakaan Kendaraan Terjadi di Jalur Nagreg Arah Garut-Tasikmalaya
iPhone 18 Pro Dibanderol Rp21 Juta, Siapa yang Cocok Membelinya?
Polresta Bandung Ungkap Produksi Uang Palsu Rp300 Juta, Dua Kakak Beradik Diamankan
Dolar AS Menguat ke Rp17.749 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:00 WIB

Farhan Tegaskan Fasilitas Kesehatan di Bandung Tak Boleh Tolak Pasien Bergejala Flu

Rabu, 23 September 2026 - 12:00 WIB

Pemkot Bandung Kaji Ulang Investasi Revitalisasi Pasar Baru Rp800 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

Super Flu Ramai di Media Sosial, IGD Rumah Sakit di Bandung Dipadati Pasien

Sabtu, 19 September 2026 - 09:07 WIB

Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Sampaikan Belasungkawa

Sabtu, 19 September 2026 - 07:47 WIB

Kecelakaan Kendaraan Terjadi di Jalur Nagreg Arah Garut-Tasikmalaya

Berita Terbaru