BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Ratusan calon pengantin di Kabupaten Bandung menghadapi ketidakpastian menjelang hari pernikahan mereka. Dugaan penipuan yang melibatkan sebuah wedding organizer (WO) di wilayah Cipedes, Kecamatan Paseh, membuat banyak pasangan kehilangan dana pernikahan hingga miliaran rupiah.
Para korban melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat pada Sabtu (6/6/2026). Polisi kini mendalami laporan itu.
Korban Kehilangan Puluhan Juta Rupiah
Salah seorang korban, Sunsun Nugraha Tasdik, mengaku sudah melunasi biaya pernikahan sekitar Rp70 juta. Ia menjadwalkan pernikahannya pada 21 Juni 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, setelah proses pelunasan selesai, pihak WO memutus komunikasi dengan para konsumen. Sunsun bersama korban lain kemudian mencari kepastian langsung kepada vendor yang masuk dalam paket pernikahan.
Sejumlah vendor mengaku belum memperoleh uang muka maupun pembayaran dari pihak WO. Kondisi itu membuat para calon pengantin khawatir acara pernikahan mereka tidak dapat berjalan sesuai rencana.
Para korban menilai pihak WO mengabaikan kewajibannya kepada vendor meski konsumen sudah menyelesaikan pembayaran.
Promo Murah Tarik Banyak Konsumen
Para korban mengungkapkan bahwa WO menawarkan paket pernikahan dengan harga jauh di bawah pasaran.
Pihak WO juga memberikan potongan harga tambahan kepada calon pengantin yang menyelesaikan pembayaran lebih awal. Strategi tersebut berhasil menarik minat banyak pasangan.
Banyak konsumen akhirnya membayar lunas biaya pernikahan sejak jauh hari. Sebagian pasangan bahkan sudah menyetor seluruh dana untuk acara yang baru berlangsung pada tahun 2027.
Menurut para korban, harga promo menjadi alasan utama yang mendorong banyak calon pengantin memilih jasa WO tersebut.
Korban Bentuk Forum Bersama
Sampai saat ini, para korban belum menemukan keberadaan pengelola WO.
Mereka lalu membentuk forum korban untuk menghimpun data, bertukar informasi, dan menyusun langkah hukum secara bersama-sama.
Melalui forum tersebut, para korban juga menghitung total kerugian yang mereka alami akibat dugaan penipuan itu.
Polisi Dalami Laporan Korban
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan adanya laporan dari para korban.
Tim penyidik saat ini mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri aliran dana yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Data yang forum korban dan vendor kumpulkan menunjukkan jumlah korban mencapai sekitar 140 orang. Forum korban menghitung total kerugian hingga mendekati Rp2,4 miliar.
Polda Jawa Barat terus mengusut kasus tersebut untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab dan membawa perkara itu ke proses hukum.***(Chq)






