KABAR PAJAJARAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat memperingatkan kondisi TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat yang semakin kritis. Tempat pembuangan akhir tersebut hanya berpotensi beroperasi hingga Oktober 2026 jika tidak ada perubahan signifikan dalam pengelolaan sampah.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional DLH Jawa Barat, Arief Perdana, menjelaskan bahwa Sarimukti saat ini masih menerima sampah dari empat daerah di Bandung Raya, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.
Zona 5 Hampir Penuh Lebih Cepat dari Target
Arief menuturkan, pengelola hanya mengandalkan Zona 5 seluas 6,3 hektare untuk menampung sampah. Namun, zona tersebut sudah hampir penuh meski baru beroperasi sejak Mei 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, berdasarkan Detail Engineering Design (DED), Zona 5 seharusnya mampu menampung hingga 2 juta ton sampah dengan masa pakai sekitar dua tahun. Namun, kondisi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana.
Kendala Teknis Hambat Pengelolaan
Arief menjelaskan, pengelola menghadapi kendala teknis dalam proses pembentukan landfill. Alat berat seperti kompaktor yang seharusnya memperkuat pemadatan sampah tidak berfungsi optimal karena sebagian unit rusak.
Kondisi ini membuat penumpukan sampah tidak tertata dengan baik dan mempercepat penurunan kapasitas tampung TPA Sarimukti.
Pembatasan Kuota Sampah Tetap Diterapkan
Untuk mengendalikan kondisi tersebut, DLH Jawa Barat tetap menerapkan pembatasan pembuangan sampah dari setiap daerah di Bandung Raya. Setiap wilayah mendapat jatah tonase yang diatur dalam periode dua minggu.
Kota Bandung menerima kuota maksimal 13.738 ton per dua minggu. Sementara itu, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat masing-masing memperoleh jatah 1.668 ton. Kabupaten Bandung mendapatkan alokasi terbesar kedua setelah Kota Bandung dengan 3.925 ton per dua minggu.
Dorongan Pengelolaan Sampah dari Hulu
DLH Jawa Barat meminta pemerintah daerah memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya. Arief menegaskan bahwa pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menjadi langkah penting untuk mengurangi beban TPA Sarimukti.
Ia menekankan bahwa tanpa pengurangan dari hulu, tekanan terhadap Sarimukti akan terus meningkat dan mempercepat risiko krisis pengelolaan sampah di Bandung Raya. ***(Chq)






