BANDUNG, KABAR PAJAJARAN — Pemerintah Kota Bandung memperkuat komitmen di sektor pendidikan dengan menggelontorkan anggaran besar untuk Program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP). Program ini menyasar siswa SD dan SMP swasta dari keluarga kurang mampu hingga ribuan mahasiswa di Kota Bandung.
Data Dinas Pendidikan Kota Bandung mencatat anggaran RMP bagi siswa mencapai Rp36,35 miliar. Sementara itu, pemerintah kota menyiapkan tambahan Rp6,87 miliar untuk membantu hampir 2.000 mahasiswa.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan seluruh proses penyaluran harus berlangsung terbuka. Ia meminta DPRD dan media aktif mengawasi realisasi anggaran tersebut.
“Catat janji kami. Pastikan ini terealisasi tepat waktu,” ujar Farhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Arah Baru Kebijakan Pendidikan
Pemkot Bandung tidak hanya fokus pada bantuan biaya. Pemerintah kota juga merancang lima kebijakan strategis pendidikan. Pemkot mempercepat digitalisasi sekolah, meningkatkan kesejahteraan guru, serta memperkuat literasi dan pembelajaran STEM.
Pemkot juga mendorong pendekatan pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan pendidikan karakter. Sekolah akan memperluas kegiatan pembiasaan positif, mulai dari program pagi ceria hingga penguatan kepemimpinan melalui pramuka.
Selain itu, Pemkot Bandung mulai merintis sekolah inklusif untuk membuka akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Farhan menegaskan langkah ini menjadi prioritas meski menantang.
“Ini bukan hal mudah, tetapi harus kita jalankan,” katanya.
Isu Kesehatan Mental Jadi Sorotan
Pemkot Bandung menaruh perhatian khusus pada kesehatan mental pelajar. Pemerintah mencatat puluhan ribu siswa menghadapi persoalan psikologis, mulai dari stres hingga depresi berat.
Sebagai respons, Pemkot memperkuat peran guru bimbingan konseling melalui pelatihan intensif dan kolaborasi dengan psikolog. Pemerintah juga menggandeng Tentara Nasional Indonesia serta Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memperkuat pendidikan karakter.
“Kita harus memastikan anak-anak tumbuh sehat secara mental, bukan hanya unggul secara akademik,” tegas Farhan.
Bantuan Disalurkan Lewat Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron menjelaskan besaran bantuan RMP untuk siswa SD mencapai Rp1,6 juta per orang, sedangkan siswa SMP menerima Rp2,1 juta per orang.
Pemerintah menyalurkan bantuan melalui sekolah agar tidak terjadi tumpang tindih dengan Program Indonesia Pintar. Pemkot juga melarang sekolah menarik biaya atau menahan ijazah siswa penerima bantuan.
“Sekolah yang melanggar tidak akan menerima RMP pada tahun berikutnya,” ujar Asep.
Melalui program ini, Pemkot Bandung menargetkan seluruh anak yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa beban biaya. ***(Chq)






