BANDUNG, KABAR PAJAJARAN — Pemerintah Kota Bandung menghentikan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti setiap akhir pekan. Kebijakan ini mulai berlaku rutin karena kuota pembuangan mingguan sudah habis sebelum akhir pekan tiba.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan kuota pengangkutan sampah kota hanya cukup hingga Kamis setiap pekan. Pemerintah baru bisa kembali mengirim sampah ke TPA pada hari Senin.
TPS Ditutup, Wilayah Wajib Olah Sampah Mandiri
Pemkot langsung menutup seluruh Tempat Pembuangan Sementara (TPS) pada Jumat hingga Minggu. Pemerintah meminta lurah, RT, dan RW mengintensifkan pengolahan sampah di lingkungan masing-masing selama periode tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Farhan meminta aparat kewilayahan segera berkoordinasi untuk memastikan sampah tidak menumpuk. Ia menegaskan masyarakat tidak lagi bisa mengirim sampah ke TPS selama akhir pekan sehingga pengelolaan harus dilakukan di tingkat komunitas.
Ketergantungan ke TPA Masih Tinggi
Kebijakan ini sekaligus menyoroti tingginya ketergantungan Bandung terhadap skema angkut-buang. Pemkot mengakui kapasitas pengolahan sampah mandiri masih terbatas.
Saat ini, kota baru mampu mengelola sekitar 22 persen dari total produksi sampah harian atau sekitar 400 ton per hari. Sisa sampah yang mencapai sekitar 980 ton per hari masih bergantung pada pembuangan ke TPA Sarimukti.
Menurut Farhan, kuota mingguan pembuangan ke TPA sudah habis setiap Kamis karena volume sampah yang sangat besar. Kondisi ini memaksa pemerintah mempercepat perubahan pola pengelolaan sampah berbasis wilayah dan rumah tangga.
Pemkot Bandung menilai kebijakan penghentian pengiriman akhir pekan menjadi langkah darurat sekaligus dorongan agar masyarakat mulai beralih ke pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah dari sumbernya.***(Chq)






