Kepala dinas, Gatot Sulaeman, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan alokasi pupuk bersubsidi dalam jumlah besar sepanjang 2026. Pemerintah menyalurkan:
-
Urea 36,4 juta kg
-
NPK 28,5 juta kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Pupuk organik 56 ribu kg
-
ZA 354 ribu kg
Menurut Gatot, pemerintah tidak hanya menyiapkan pupuk. Pemerintah juga mendorong percepatan tanam setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi musim kemarau berlangsung lebih panjang tahun ini.
Untuk mengantisipasi kekurangan air, dinas segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai. Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada kelompok tani agar pengairan tetap terjaga.
DKP3 kemudian mengerahkan penyuluh pertanian untuk mendampingi petani selama proses tanam. Penyuluh memberi arahan teknis, membantu perencanaan tanam, dan memastikan petani memanfaatkan pupuk secara tepat.
Di lapangan, petani merasakan langsung dampaknya. Ketua Kelompok Tani Tanjung Wiru, Wartam, menyebut pupuk subsidi di Desa Mekarmulya masih tersedia dan mudah diakses melalui dua toko tani setempat.
Namun petani kini memprioritaskan kebutuhan mesin pantek atau pompa air tambahan. Mereka ingin memastikan pasokan air tetap aman saat kemarau memanjang.
Desa Mekarmulya mengelola sekitar 175 hektare sawah dan memanfaatkan sekitar 1.000 hektare lahan milik Perum Perhutani. Warga terus bekerja sama dengan Perhutani untuk mengoptimalkan penggarapan lahan dan meningkatkan produksi pertanian. Pemerintah berharap percepatan tanam MT II dapat menjaga produktivitas dan ketahanan pangan daerah sepanjang tahun ini. ***
Penulis : Saripudin
Sumber Berita: Diskominfo Majalengka






