Sumedang, Kabar Pajajaran – Akses jalan nasional penghubung Bandung–Cirebon lumpuh total setelah longsor besar menutup badan jalan di kawasan Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, Rabu (8/4/2026) petang. Hingga pukul 18.20 WIB, material longsoran masih bergerak dan memicu longsor susulan.
Pantauan di lokasi menunjukkan tanah dan batu menutup seluruh badan jalan. Dua kendaraan besar, yakni truk dan bus, terjebak di area jembatan karena tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Kepala BPBD Sumedang, Bambang Rianto, menegaskan petugas langsung menutup total akses jalan demi keselamatan pengguna jalan. Petugas menilai kondisi tebing masih labil dan berpotensi memicu longsor lanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan pergerakan tanah di tebing Cadas Pangeran masih terjadi hingga sore hari. Kondisi tersebut membuat tim belum bisa menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor.
“Petugas belum dapat melakukan evakuasi material karena khawatir terjadi longsor susulan. Untuk sementara, akses jalan ditutup total dan tidak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.
Penutupan jalur nasional ini diperkirakan berdampak pada arus lalu lintas antarwilayah. Pengendara diminta mencari jalur alternatif hingga kondisi dinyatakan aman dan proses pembersihan dapat dilakukan.
Sementara itu, personel BPBD Sumedang tetap bersiaga di lokasi sambil menyiapkan alat berat dan memantau kondisi cuaca. Hujan yang masih turun membuat proses evakuasi material belum dapat dilakukan.
“Nanti kami lihat situasi di lapangan karena masih hujan. Jika sudah memungkinkan, evakuasi akan segera kami lakukan. Saat ini kami masih dalam tahap persiapan hingga kondisi benar-benar aman,” kata Bambang.
Hingga pukul 18.20 WIB, BPBD belum menerima laporan korban jiwa. Namun, sejumlah kendaraan yang telanjur memasuki kawasan Cadas Pangeran masih terjebak karena akses jalan tertutup material longsor.
BPBD mengimbau pengguna jalan dari arah Bandung maupun sebaliknya untuk sementara menghindari jalur Cadas Pangeran dan mencari rute alternatif. Informasi perkembangan terbaru akan terus disampaikan kepada masyarakat. ***(chq)






