Bandung, Kabar Pajajaran – Perubahan besar sistem transportasi antarkota di Bandung segera memasuki tahap nyata. Setelah masa angkutan Lebaran 2026 berakhir, seluruh pergerakan bus dari Terminal Cicaheum akan dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang. Pemerintah menyiapkan langkah ini sebagai bagian dari penerapan sistem terminal “satu pintu” sekaligus mendukung pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Cekungan Bandung.
Leuwipanjang Siap Tampung Lonjakan Penumpang
Pengelola Terminal Leuwipanjang mempercepat berbagai pembenahan untuk menghadapi lonjakan penumpang yang diperkirakan mencapai 12 ribu orang setiap hari. Kepala terminal, Asep Hidayat, menyebut pihaknya fokus meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperbaiki kenyamanan fasilitas.
Pengelola mulai menata ruang tunggu yang lebih representatif, memperbaiki toilet, menyiapkan shower room, menyediakan loker penitipan barang, hingga menghadirkan lounge khusus perusahaan otobus. Sejumlah operator besar bahkan sudah membuka perwakilan dan membangun lounge di dalam area terminal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Asep menegaskan, kebutuhan penumpang kini tidak hanya sebatas transportasi. Mereka juga menuntut kenyamanan selama menunggu keberangkatan dan menjalani perjalanan.
Tiket Digital dan Arus Kendaraan Lebih Tertib
Selain membenahi fasilitas fisik, pengelola mendorong digitalisasi sistem tiket. Langkah ini bertujuan mengurangi antrean panjang, terutama saat musim liburan.
Tim pengelola juga menata ulang jalur keberangkatan serta area parkir agar arus keluar-masuk bus tetap tertib. Dengan penataan tersebut, pengelola berharap aktivitas terminal tetap lancar tanpa menimbulkan kemacetan di dalam kawasan.
Sejumlah perusahaan otobus besar seperti Budiman, Sinar Jaya, Sugeng Rahayu, Gunung Harta, dan Primajasa mulai memusatkan operasional di Leuwipanjang sebagai bagian dari proses transisi.
Cicaheum Beralih Jadi Depo BRT
Pemindahan trayek bus merupakan konsekuensi dari perubahan fungsi Terminal Cicaheum menjadi depo utama BRT. Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan transportasi massal lintas wilayah Bandung Raya yang didukung pemerintah pusat.
Meski demikian, proses perpindahan masih menghadapi tantangan. Sopir, pekerja terminal, hingga pedagang di sekitar Cicaheum membutuhkan sosialisasi lebih intensif karena mereka terdampak langsung oleh relokasi operasional.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menekankan pentingnya komunikasi langsung dengan para pemangku kepentingan agar proses perpindahan berjalan lancar tanpa memicu penolakan.
Aktivitas Ekonomi Tetap Dijaga
Di tengah modernisasi terminal, pengelola memastikan aktivitas ekonomi pelaku usaha kecil tetap berjalan. Pengelola mengarahkan alur penumpang melewati area kios agar perdagangan tetap hidup.
Pengelola menegaskan komitmen menjaga keberlangsungan pedagang agar tidak dirugikan oleh perubahan sistem transportasi ini.
Transformasi Terminal Leuwipanjang menjadi pusat utama transportasi bus antarkota menandai langkah besar menuju sistem transportasi Bandung yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Perubahan ini bukan sekadar perpindahan lokasi, tetapi juga peningkatan standar layanan bagi masyarakat. ***(Chq)






