Anak Harimau Benggala Mati di Bandung, Wali Kota Pastikan Bukan karena Kelalaian

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak harimau benggala di Bandung Zoo, Hara dikabarkan mati (Instagram)

Anak harimau benggala di Bandung Zoo, Hara dikabarkan mati (Instagram)

Bandung, Kabar Pajajaran – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan kematian seekor anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung bukan disebabkan kelalaian perawatan, melainkan akibat infeksi virus bawaan dari induknya.

Anak harimau bernama Hara tersebut dilaporkan mati pada usia delapan bulan, Selasa (24/3/2026). Hara merupakan salah satu dari dua anak harimau yang lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan Sahrulkan dan Jelita.

Terinfeksi Virus Sejak Lahir

Farhan menjelaskan, induk harimau tersebut merupakan carrier atau pembawa virus yang kemudian menularkannya kepada anak-anaknya sejak lahir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Virus yang menyerang diketahui sebagai Feline Panleukopenia, penyakit yang umum menyerang keluarga kucing besar, termasuk harimau.

“Bukan karena tidak terawat, tapi karena virus yang dibawa induknya. Ini memang virus khas pada keluarga kucing besar,” ujar Farhan, Rabu (25/3/2026).

Ia menambahkan, virus tersebut menyebabkan penurunan drastis sel darah putih, sehingga kondisi tubuh hewan menjadi sangat lemah dan rentan.

Satu Anak Harimau Masih Dirawat

Dari dua anak harimau yang terinfeksi, satu tidak berhasil diselamatkan. Sementara itu, satu lainnya, Huru, saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Tim dokter hewan langsung memisahkan anak harimau dari induknya sebagai langkah penanganan sejak awal. Induknya tetap dalam kondisi sehat karena telah memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.

Kondisi Mulai Membaik

Pemerintah Kota Bandung melaporkan kondisi anak harimau yang masih bertahan menunjukkan perkembangan positif.

Gejala seperti diare dan muntah sudah berhenti. Selain itu, kondisi fisiknya mulai membaik dan nafsu makan kembali muncul.

“Diare sudah tidak ada, muntah juga berhenti, dan kondisinya lebih aktif dibandingkan hari sebelumnya. Makan juga sudah mulai masuk,” kata Farhan.

Penanganan Intensif oleh Tim Medis

Sebanyak lima dokter hewan menangani kasus ini secara intensif. Mereka memberikan berbagai tindakan medis untuk mendukung pemulihan.

Penanganan tersebut meliputi pemberian antibiotik, antiemetik, cairan rehidrasi, suplemen imun, serta antivirus.

Farhan menyebut, anak harimau tersebut telah melewati fase kritis selama 72 jam, yang menjadi indikator penting dalam proses pemulihan.

Jadi Evaluasi Pengelolaan Satwa

Farhan menegaskan tidak ada unsur penelantaran dalam kasus ini. Ia memastikan seluruh tenaga medis telah siaga sejak awal penanganan.

Pemerintah Kota Bandung bersama pihak terkait akan melakukan evaluasi menyeluruh dalam pengelolaan satwa, khususnya terkait pengawasan penyakit menular.

“Ini jadi pelajaran penting. Virus ini memang salah satu yang paling perlu diwaspadai di kebun binatang yang memiliki koleksi kucing besar,” ujarnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan

Ke depan, pemerintah pusat, provinsi, hingga kota akan memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan penyakit pada satwa.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menjaga kesejahteraan satwa di lingkungan konservasi.

“Saya sangat prihatin dan sedih, tapi ini menjadi perhatian serius agar ke depan bisa kita antisipasi dengan lebih baik,” kata Farhan. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027
Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung
Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib
Bobotoh Persib Siap ke SUGBK, Tunggu Izin Polisi untuk Laga Lawan Persija
Kebakaran Lahan di Cililin Bandung Barat Hanguskan 1 Hektare Area Perhutani
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung, Farhan Imbau Warga Pakai Masker

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan

Senin, 14 September 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

Minggu, 13 September 2026 - 20:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung

Sabtu, 12 September 2026 - 09:00 WIB

Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB