Kota Cimahi, Kabar Pajajaran – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menunjukkan kepeduliannya terhadap para tokoh sejarah dengan mengabadikan nama mereka sebagai nama jalan. Peresmian dua ruas jalan dengan nama baru tersebut dilakukan Wali Kota Cimahi Ngatiyana yang didampingi Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira, Rabu (18/2/2026).
Ruas Jalan Jati Serut yang menghubungkan Bundaran Cihanjuang dengan Jalan Pesantren kini resmi berganti nama menjadi Jalan Soedarna Tresna Manggala. Sementara itu, Jalan Aruman yang membentang dari Jalan Pesantren hingga Jalan Budhi diubah menjadi Jalan Dann Sugandha.
Menurut Ngatiyana, penetapan nama tokoh-tokoh tersebut sebagai nama jalan merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusi mereka bagi Kota Cimahi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini semuanya melalui mekanisme dan prosedur yang panjang, sehingga diharapkan jalan ini benar-benar bermanfaat. Mengingat para tokoh pendahulu yang merupakan tokoh Cimahi sebagai wakil gubernur,” ungkap Ngatiyana.
Ia menambahkan, kedua tokoh tersebut memiliki peran besar bagi Cimahi bahkan sebelum daerah itu resmi menjadi kota otonom pada 2001.
“Kita memilih nama itu melalui mekanisme, prosedur, dan kajian yang kita lakukan selama delapan bulan hingga muncul tokoh ini. Beliau (Soedarna) salah satu mantan Wali Kota Cimahi sebelum menjadi kota otonom dan beliau juga menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat,” jelasnya.
Pemkot Cimahi juga merealisasikan rencana penambahan aksara Sunda pada setiap papan nama jalan, termasuk pada dua ruas yang baru diresmikan. Langkah tersebut, kata Ngatiyana, merupakan upaya pelestarian budaya Sunda yang kini semakin jarang dipelajari.
Baca juga: Warga Jabar Makin Bahagia! Kepuasan Terhadap Kinerja Pemerintah Tembus 92 Persen, Ini Buktinya!
“Ke depan insyaAllah kita telusuri lagi nama tokoh-tokoh yang akan kita jadikan nama jalan,” ujarnya.
Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari sesepuh sekaligus tokoh budaya Kota Cimahi yang akrab disapa Abah Alam. Ia menilai langkah wali kota sudah tepat sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para tokoh.
“Kalintang saena, mengapresiasi, keur mah eukeur Pak Soedarna teh sobat kapungkur, katambih anjeuna mulai dari Kotip Cimahi, Purwakarta, dugi ka Wagub”.
“Betapa baiknya, mengapresiasi, terlebih Pak Soedarna merupakan sahabat saya dahulu, terlebih lagi beliau mulai dari Kotip Cimahi, Purwakarta, hingga menjadi Wagub,” kata Abah.
Baca juga: Wilayah Ini Beri Rapor Merah untuk Wagub Jabar, Tapi Warga Kuningan Malah Sangat Puas!
Abah Alam menilai Ngatiyana telah memberikan penghormatan yang tinggi kepada mendiang sahabatnya. Ia pun berharap keturunan Soedarna dapat terus berkarya dan berprestasi untuk Cimahi.
“Sosok beliau itu sangat toleransi terhadap budaya, terhadap pembangunan kota, banyak aspirasi yang bisa digambarkan yang ada, seperti penertiban di Kota Cimahi itu salah satu contohnya,” ungkap Abah Alam.
Apresiasi serupa disampaikan Nabil, salah satu cucu almarhum Soedarna. Ia mengaku bangga dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan Pemkot Cimahi.
“Bangga sebagai cucu Aki Soedarna. Terima kasih kepada Pak Wali Kota, Wakil Wali Kota dan seluruh jajarannya yang telah mengabadikan nama kakek kami menjadi nama jalan,” kata Nabil.
Baginya, pengabadian nama sang kakek menjadi motivasi bagi keluarga besar untuk terus menjaga nama baik dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan almarhum.***(Nalika)






