KOTA BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan penguatan ekosistem usaha ayam petelur untuk meningkatkan pendapatan peternak. Program EGG (Endog Jabar Go Global) menjadi salah satu langkah untuk membuka akses pembiayaan sekaligus memperkuat kemampuan peternak dalam mengelola usaha.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, sektor ayam petelur memiliki peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari peternakan berskala besar, tetapi juga usaha yang dikelola rumah tangga.
Menurut Herman, pengembangan peternakan ayam dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menciptakan sumber pendapatan tambahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ayam, baik pedaging maupun petelur, sangat potensial. Tidak semuanya harus dikonsumsi, sebagian bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan,” ujar Herman saat Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Implementasi Pengembangan Komoditas Unggulan Ayam Petelur melalui Layanan Inklusi Keuangan di Bappeda Jabar, Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).
Pemprov Jabar Perluas Pembiayaan Peternak
Herman menilai kolaborasi antara pemerintah, OJK, dan perbankan perlu terus diperkuat agar peternak memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas.
Ia berharap dukungan pembiayaan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan dan kemampuan peternak mengelola bisnis.
“Jadi kami berharap sektor peternakan, khususnya ayam petelur, bisa menjadi pengungkit. Sederhana, tetapi luar biasa dampaknya. Bukan hanya skala industri, termasuk skala rumah tangga,” kata Herman.
Herman menyebut potensi kredit untuk sektor peternakan di Jawa Barat mencapai sekitar Rp565 miliar. Namun, realisasi plafon kredit saat ini baru sekitar Rp81 miliar dengan outstanding sekitar Rp49 miliar.
4.665 Peternak Masuk Program EGG
Kepala OJK Jawa Barat Darwisman mengatakan program pengembangan ekonomi daerah tersebut melibatkan 4.665 peternak ayam petelur yang tersebar di 21 sentra peternakan di Jawa Barat.
OJK menargetkan program EGG tidak sekadar meningkatkan akses pembiayaan. Program tersebut juga diarahkan untuk menghasilkan dampak ekonomi yang langsung dirasakan peternak.
“Program ini diharapkan mampu memberikan dampak riil terhadap perekonomian dan tidak hanya berhenti pada peningkatan akses keuangan semata,” ujar Darwisman.
Darwisman menjelaskan, penguatan ekosistem ayam petelur dapat meningkatkan pendapatan peternak. Berdasarkan perhitungan OJK, peternak yang mengelola sekitar 2.000 ekor ayam berpotensi memperoleh pendapatan sekitar Rp34,88 juta per bulan.
“Yang kedua akan mendorong peningkatan pendapatan peternak. Dalam hitungan kami, 2.000 ternak ayam itu akan memperoleh income per bulannya Rp34,88 juta per bulan,” katanya.
Produk Ayam Jabar Mulai Tembus Pasar Ekspor
Selain memperkuat pembiayaan peternak, kegiatan tersebut juga menandai ekspor 7.000 ekor day old chick (DOC) dan 6,3 ton produk olahan ke Timor-Leste.
Nilai ekspor tersebut mencapai sekitar 22 ribu dolar AS. Pengembangan pasar luar negeri juga menyasar sejumlah negara lain, seperti Myanmar, Brunei Darussalam, dan Malaysia.
Program EGG juga membangun ekosistem usaha ayam petelur di seluruh wilayah Jawa Barat. Pemerintah menargetkan kolaborasi tersebut mencakup 18 kabupaten dan 9 kota.
Program ini melibatkan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, peternak, eksportir, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemprov Jabar dan OJK mendorong sektor ayam petelur tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga mampu memperkuat pendapatan dan skala usaha peternak. ***






